Friday, November 12, 2010

PROPOLIS

Propolis adalah zat yang di ekstrak dari resin yang dikumpulkan oleh lebah pekerja dari daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah pekerja di sarang resin tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, Madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi Propolis.

Propolis gunanya untuk menambal sarang lebah yang bocor dan memperkuat sarang. Selain dari pada itu fungsi Propolis yang tidak kalah pentingnya bagi lebah Propolis dipakai oleh lebah untuk mensaterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus . Belajar dari efektifitas Propolis bagi lebah inilah manusia modern kemudian ikut menggunakan Propolis dalam pengobatan khususnya untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus .

Propolis mengandung ratusan bahan kimia dan para ilmuwan baru berhasil mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 30-an dari bahan-bahan tersebut. Komposisi Propolis yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30 % lilin lebah, 10 % essential oils, 5 % Pollen dan 5 % sisa-sisa tanaman. Karena komposisinya yang demikian tidak seluruh bagian Propolis bisa dimakan sebagai obat atau makanan suplemen. Setelah dipanen dari sarangnya Propolis harus di ekstraksi .

Karena lebah pekerja mengambil resin dari tanaman-tanaman sekitar tempat sarangnya, maka komposisi Propolis sangat bervariasi tergantung daerah namun memiliki khasiat pengobatan yang sangat mirip satu sama lain. Khasiat tersebut adalah Propolis bersifat antiseptic, antibiotic, antifungal, anti-inflamatory, dan kemampuan detoksifikasi.

Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia. Dalam sebuah tes ilmiah dengan cell-culture test terbukti Propolis paling efektif melawan bakteri patogen jenis gram poistif seperti Staphylococcus sp. (antara lain penyebab infeksi saluran kencing) , Clostridium sp.(antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal), Corynebacterium diphtheriae (penyebab diphtheriae) dan jenis-jenis Streptococcus sp. (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever). Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan Propolis antara lain Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis) dan Pseudomonas sp. (antara lain penyebab infeksi pada luka).

Penggunaan Propolis untuk pencuci mulut juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan di Jepang. Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan Propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik.


• Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam Propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dlsb. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic dan anti allergenic.
• Flavonids yang ada dalam Propolis selain bersifat antioxidant yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia Propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.
• Aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang ada di dalam Propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-tuirunn berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.
• Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin dlsb.
• Sifat antivius Propolis yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE).

Saturday, June 12, 2010

PETERNAKAN LEBAH DHARMA APIARIES








Soemardi Karsono bernama asli Soemardi dilahirkan di Pare sebuah kota di kabupaten Kediri Jawa Timur tahun 1936. Setamat Beliau dari SMEA Daho Kediri 1957 bekerja di Biro Keamanan Kabinet Perdana Menteri di Pejambon Jakarta. Selama bekerja sebagai Abdi Negara ini beliau mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan antara lain Pendidikan Bendahara Negara pada Lembaga Administrasi Negara di Jakarta tahun 1963 dan Pendidikan Spesialis Budi Daya Lebah (De Specialisation en Apikulture di Republik Sosialis Romania tahun 1968. Pendidikan yang terahir inilah yang membawa beliau kepada ketertarikan yang mendalam pada Lebah, dan menbawa beliau untuk masuk dalam Lembaga Apikultur Indonesia yang dibentuk guna mengembangkan Budi Daya Lebah di Indonesia. Didorong keinginan yang kuat untuk lebih mengembangkan Perlebahan di Indonesia akhirnya pada tahun 1973 beliau bersedia menjadi Kepala Pusat Apiari Pramuka suatu unit usaha yang dibentuk oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk mengembangkan budi daya Lebah di Indonesia. Untuk memaksimalkan usaha tersebut atas saran Prof.dr. ing V. HARNAJ (salah satu ahli Lebah masa itu), beliau memohon ijin untuk memindahkan Pusat Apiari Pramuka yang awalnya di Cibubur Jakarta ke Kecamatan Gringsing Jateng. Sebagai konsekwensinya Soemardi Karsono memindahkan juga seluruh anggota keluarganya.
Dharma Apiaries didirikan pada tahun 1982 oleh Almarhum Sooemardi Karsono ketika dirasa karier beliau di Pusat Apiari Pramuka tidak dapat lebih berkembang lagi. Selama lebih dari 30 tahun beliau mengabdikan diri untuk kemajuan perlebahan nasional. Beliau melakukan penyuluhan ke berbagai daerah, secara pribadi maupun lewat pengabdian beliau di Pusat Apiari Pramuka tahun 1973-1982. Diantaranya seminar peternakan lebah pada bulan maret 1977 di Jakarta. Setelah semakin maraknya Peternakan Lebah di Indonesia awal tahun 90 an bersama kawan– kawan kominitas Perlebahan beliau berusaha membentuk wadah Asosiasi Perlebahan Jawatengah dan DIY yang selanjutkan berusaha dikembangkan dan akhirnya terbentuklah Assosiasi Perlebahan Indonesia (API).
Dharma Apiaries kemudian berkembang menjadi sebuah usaha keluarga. Sejak kecil putra-putri beliau telah diajarkan mengenal dan mencintai dunia Lebah. Pada Awal berdirinya Dharma Apiaries sempat mendapat penghargaan dari Bapak Soejarwo (MenHut) tahun 1985, atas peran sertanya mendukung pameran sektor kehutanan dalam pameran produksi Indonesia . Komitmen untuk memberikan produk yang berkualitas bagi rakyat Indonesia merupakan komitmen utama kami.